Media Pengajaran Pendidikan Jasmani
MEDIA PENGAJARAN PENDIDIKAN JASMANI
HASBI ASYHARI, S.Pd., M.Pd.
Nama-nama Anggota Kelompok 2 :
- 1231040001 Muh. Faisal M
- 1231040003 Ismunandar
- 1231040015 Andi Muhlis
- 1231040018 Nurfatullah Imran
- 1231040019 Taufik
- 1231040020 Satria Yudatama
- 1231040021 Nasiruddin
- 1231040022 Dahniar
- 1231040028 Ibnu Awal
- 1231040041 Firdayanti
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
JURUSAN PENJASKESREK
2015
2015
KATA PENGANTAR
Assalamu ‘Alaikum Warahmatullahi
Wabarakatuh
Puji
syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kepada kami kesempatan untuk
menyelesaikan tugas kami yang betema Media Pengajaran Pendidikan Jamani yang
disusun oleh kelompok 2 pada Jurusan Penjaskesrek A 2012. Sungguh kami bangga
dapat menyelesaikan tugas makalah kami sebagai kebutuhan pada perkuliahan kali
ini. Harapan kami mudah-mudahan makalah kami dapat menginspirasi teman-teman
dan para pembaca sekalian. Semoga makalah kami mendapat kritikan dan
saran/masukan yang baik untuk menambah pengetahuan kami lebih dalam. Sekian dan
terima kasih atas perhatian.
Wassalamu ‘Alaikum Warahmatullahi
Wabarakatuh.
Makassar, Maret 2015
KELOMPOK 2
DAFTAR ISI
Kata Pengantar i
Daftar Isi ii
BAB I
A.
Latar Belakang 1
B.
Rumusan Masalah 2
BAB II
A.
Landasan Teoritis Penggunaan Media
Pendidikan 3
B.
Definisi Media 3
C. Guru Sebagai Fasilitator Proses Belajar
Mengajar 4
D.
Jenis-jenis Media Pendidikan 5
E. Fungsi Media Pembelajaran 9
F. Manfaat dari Media Pembelajaran 11
G. Media sebagai Alat Bantu Pembelajaran Penjas
di Sekolah 12
H. Memodifikasi Media Pembelajaran Penjas 14
BAB III
A. Kesimpulan 15
B. Penutup 15
Daftar Pustaka 16
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang
terjadi pada diri setiap orang sepanjang hidupnya. Proses belajar itu terjadi
karena adanya interaksi antara seseorang dengan lingkungannya. Oleh karena itu
belajar dapat terjadi kapan dan dimana saja. Ini bisa dibuktikan dengan
berubahnya tingkah laku seseorang yang bisa terjadi pada tingkatan pengetahuan,
keterampilan, atau sikapnya.
Apabila proses tersebut dilaksanakan di sekolah
(formal) maka perubahan yang terjadi pada siswa secara terencana, baik dalam
aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. maka proses interaksinya adalah
dikelas, guru, petugas perpustakaan, kepala sekolah, bahan atau materi
pelajaran.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi semakin mendorong upaya-upaya
pembaharuan dan pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar.
Para guru dituntut agar mampu menggunakan alat-alat yang dapat diesediakan oleh
sekolah, dan tidak tertutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan
perkembangan dan tuntutan zaman. Guru sekurang-kurangnya dapat menggunakan alat
yang murah dan efisien yang meskipun sederhana dan bersahaja tetapi merupakan
keharusan dalam upaya mencapai tujuan pengajaran yang diharapkan. Disamping
mampu menggunakan alat-alat yang tersedia guru juga dituntut untuk mengembangkan
keterampilan membuat media pengajaran yang akan digunakannya apabila media
tersebut belum tersedia.untuk itu guru harus memiliki pengetahuan dan pemahaman
yang cukup tentang media pengajaran
B. RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah pada makalah media pengajaran penjas yakni:
1. Apakah yang melandasi media digunakan dalam dunia pendidikan ?
2. Apa saja jenis-jenis alat dalam media pembelajaran ?
3. Apakah fungsi dan manfaat media dalam pembelajaran ?
4. Dengan adanya alat bantu (media) pembelajaran penjas di sekolah, apakah akan membantu proses pembelajaran yang lebih efektif dan efisien ?
5. Bagaimanakah cara memodifikasi media atau
alat bantu pembelajaran Pendidikan Jasmani di sekolah ?
BAB II
PEMBAHASAN
A. LANDASAN TEORITIS PENGGUNAAN MEDIA PENDIDIKAN
Pemerolehan
pengetahuan dan keterampilan, perubahan-perubahan sikap dan prilaku dapat
terjadi karena interaksi dengan pengalaman baru dengan pengalaman yang pernah
terjadi sebelumnya. Menurut Bruner (1966:10-11) ada tiga tingkatan utama modus
belajar, yaitu pengalaman langsung (enactive), pengalaman pictorial / gambar
(iconic), dan pengalaman abstrak (symbolic).
Tingkatan
perolehan pengalaman hasil belajar seperti itu digambarkan oleh dale (1969)
sebagai suatu proses komunikasi. Materi yang ingin disampaikan dan diinginkan
siswa dapat menguasainya disebut sebagai pesan. Guru sebagai sumber pesan
menuangkan pesan kedalam symbol-bimbol tertentu (enconding) dan siswa sebagai
penerima menafsirkan symbol-simbol tersebut sehingga dipahami sebagai pesan
(deconding).
B. DEFINISI MEDIA
1. Pengertian Media
Kata media berasal dari bahasa latin
medius yang secara harfiyah berarti “tengah, perantara, atau pengantar”. Dalam
bahasa arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada
penerima pesan. Gerlach & Ely (1971) mengatakan bahwa media apabila
dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang
membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperolah pengetahuan,
keterampilan, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat
siswanya mampu memperolah pengetahuan, keterampilan atau sikap. Dalam
pengertian ini guru, buku teks, ataupun lingkungan sekolah merupakan media. Secara
lebih khusus, pengertian media dalam proses belajar-mengajar cenderung
diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis ataupun elektronis untuk
menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal.
2. Media Pendidikan
Media pendidikan merupakan seperangkat alat bantu atau pelengkap yang
digunakan oleh guru atau pendidik dalam rangka berkomunikasi dengan siswa atau
peserta didik. Alat bantu itu disebut media pendidikan, sedangkan komunikasi
adalah sistem penyampaian.
C. GURU SEBAGAI FASILITATOR PROSES BELAJAR MENGAJAR
Menjadi guru penjasorkes yang mempunyai
kompetensi pedagogik, sosial, profesional, dan kepribadian sangatlah tidak
mudah karena dituntut untuk menguasai gerak keterampilan olahraga sebagai bekal
untuk menjadi guru yang berkompetensi hebat. Sangat keliru jika seseorang
beranggapan bahwa guru Penjasorkes hanya cukup dengan bekal potensi akademik
saja. Lebih ironis lagi kalau hanya dengan bekal “sempritan”; pernyataan ini
sangatlah keliru.
Guru penjasorkes adalah orang yang
bertanggung jawab terhadap perkembangan peserta didik secara utuh dengan
mengupayakan seluruh potensi yang dimiliki, baik ranah kognitif, afektif, fisik
maupun psikomotoriknya. Siswa sebagai pusat pembelajaran penjasorkes di
sekolah, maka peran guru sebagai fasilitator dalam membantu dan membimbing
siswa mencapai tujuan belajar sangatlah penting. Guru penjasorkes sebagai
fasilitator merupakan perpaduan antara pemimpin dengan manajer dalam proses
belajar mengajar.
Guru tidak saja menjadi sumber informasi,
tetapi juga sebagai sumber diagnosis yang memantapkan, mengembangkan, serta
menjelaskan jalannya proses belajar mengajar. Guru sebagai fasilitator secara
garis besar berperan sebagai berikut:
1. Menekankan pada perencanaan pelaksanaan proses belajar mengajar dan
bukan hanya pada control proses saja,
2. Membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran dan control terhadap proses
tersebut dilakukan secara bersama oleh guru dan para siswa,
3. Memberikan petunjuk-petunjuk bila diperlukan selama proses belajar
mengajar berlangsung dan menetapkan bahwa tujuan belajar telah tercapai.
D. JENIS – JENIS MEDIA PEMBELAJARAN
Penggolongan media
pembelajaran menurut Gerlach dan Ely yang dikutip oleh Rohani
(1997 : 16) yaitu :
a.
Media Visual :
grafik, diagram,
chart, bagan, poster, kartun, komik, foto, buku, ensiklopedia, majalah, surat
kabar, buku referensi dan barang hasil cetakan lain, gambar, ilustrasi,
kliping, film bingkai/slide, film rangkai (film stip), transparansi, mikrofis,
overhead proyektor, grafik, bagan, diagram.
b. Media Audial :
radio, tape
recorder, laboratorium bahasa, dan sejenisnya
c. Projected still
media :
slide; over head
projektor (OHP), in focus dan sejenisnya
d. Projected motion
media :
film, televisi,
video (VCD, DVD, VTR), komputer dan sejenisnya.
e. Benda –benda hidup,
simulasi maupun model.
Dalam rangka kegiatan pendidikan, ada beberapa media yang dapat
digunakan, mulai dari yang paling sederhana sampai kepada yang canggih.
Beberapa media tekhnologi pendidikan dimaksud antara lain seperti tersebut di
bawah ini.
1)
Papan
Tulis
Papan tulis digunakan hamper di
setiap ruangan kelas yang biasanya terbuat dari papan biasa, tripleks atau
slate. Papan tulis sangat baik untuk membuat tulisan, gambar, grafik, dan
sebagainya.
2)
Bulletin
board dan display
Alat ini biasanya dibuat secara
khusus dan digunakan untuk mempertontonkan pekerjaan siswa, gambar-gambar,
badan poster atau objek berdimensi lainnya.
3)
Gambar
dan ilustrasi fotografi
Gambar ini tidak diproyeksikan,
terdapat di sekitar kita dan relatif mudah relatif mudah diperoleh untuk
ditunjukkan kepada anak.
4)
Slide
dan filmstrip
Slide dan filmstrip merupakan gambar yang diproyeksikan, dapat
dilihat dan mudah dioperasikan.
5)
Film
Film pendidikan dianggap efrektif untuk digunakan sebagai alat bantu
pengajaran. Film yang diputar di depan siswa harus merupakan bagian
integral dari kegiatan pengajaran.
6)
Rekaman
pendidikan
Istilah asing dari alat ini adalah recording,
yakni alat audio yang tidak diikuti dengan visual. Melalui alat ini kita dapat
mendengarkan cerita, pidato, music, sajak, pengajian, dan lain-lain.
7)
Radio
pendidikan
Rafio pendidikan mempunyai nilai
tertentu, seperti memberikan berita up to date, menarik minat, jangkauan
luas, berdasarkan kenyataan, mendorong kreatif, mempunyai nilai, rekreatif.
8)
Televisisi
pendidikan
Televisi pendidikan mempunyai nilai
tertentu yaitu bersifat langsung dan nyata, jangkauan luas, memungkinkan
penyajian aneka ragam peristiwa dan menarik minat.
9)
Peta
dan globe
Peta adalah penyajian visual dari
muka bumi, globe adalah bola bumi atau model. Peta dan globe
berbeda secara gradual, akan tetapi saling melengkapi.
10)
Buku
pelajaran
Buku pelajaran merupakan alat pelajaran yang paling populer
dan banyak digunakan di tengah-tengah penggunaan alat pelajaran lainnya,
lebih-lebih akhir-akhir ini, di mana alat cetak telah memasuki abad
super-mdern.
11)
Overhead
projector
Proyektor lintas kepala
memproyeksikan pada layar yang apa yang tergambar atau tertulis pada kertas
transparan.
12)
Tape
recorder
Alat ini antara lain murid dapat mendengarkan kembali apa yang
dibacanya, dapat digunakan dalam interview, memudahkan pemahaman terhadap
penguasaan anak terutama dalam pelajaran bahasa.
13)
Alat
teknologi pendidikan lainnya.
E. FUNGSI MEDIA PEMBELAJARAN
a.
Media pembelajaran dapat
mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para peserta didik.
Pengalaman tiap peserta didik berbeda-beda, tergantung dari faktor-faktor yang
menentukan kekayaan pengalaman anak, seperti ketersediaan buku, kesempatan
melancong, dan sebagainya. Media pembelajaran dapat mengatasi perbedaan
tersebut. Jika peserta didik tidak mungkin dibawa ke obyek langsung yang
dipelajari, maka obyeknyalah yang dibawa ke peserta didik. Obyek dimaksud bisa dalam
bentuk nyata, miniatur, model, maupun bentuk gambar –gambar yang dapat
disajikan secara audio visual dan audial.
b.
Media pembelajaran dapat
melampaui batasan ruang kelas. Banyak hal yang tidak mungkin
dialami secara langsung di dalam kelas boleh para peserta didik tentang suatu
obyek, yang disebabkan, karena
-
obyek
terlalu besar;
-
obyek
terlalu kecil;
-
obyek
yang bergerak terlalu lambat;
-
obyek
yang bergerak terlalu cepat;
-
obyek
yang terlalu kompleks;
-
obyek
yang bunyinya terlalu halus;
-
obyek
mengandung berbahaya dan resiko tinggi.
c.
Melalui penggunaan media yang
tepat, maka semua obyek itu dapat disajikan kepada peserta didik.
d.
Media pembelajaran memungkinkan
adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan lingkungannya.
e.
Media menghasilkan keseragaman
pengamatan.
f.
Media dapat menanamkan konsep
dasar yang benar, konkrit, dan realistis.
g.
Media membangkitkan keinginan dan
minat baru.
h.
Media membangkitkan motivasi dan
merangsang anak untuk belajar.
i.
Media memberikan pengalaman yang
integral/menyeluruh dari yang konkrit sampai dengan abstrak.
Selain
itu media memiliki multi makna, baik dilihat secara terbatas maupun secara
luas. Munculnya berbagai macam definisi, disebabkan adanya perbedaan dalam
sudut pandang, maksud dan tujuannya adalah :
a.
Media sebagai segala bentuk yang
dimanfaatkan dalam proses penyaluran informasi.
b.
Media sebagai segala benda yang
yang dapat dimanipulasi, dilihat, didengar, dibaca, atau dibincangkan beserta
instrumen yang digunakan untuk kegiatan tersebut.
c.
Media sebagai “komponen sumber
belajar di lingkungan peserta didik yang dapat merangsang untuk belajar”.
d.
Media sebagai wahana fisik yang
mengandung intruksional.
e.
Media harus didukung sesuatu
untuk mengkomunikasikan materi (pesan kurikuler) supaya terjadi proses belajar
mengajar.
f.
Media sebagai suatu teknik untuk
menyampaikan suatu pesan, dimana media sebagai teknologi pembawa
informasi/pesan intruksional.
g.
Bila media dipandang secara
luas/makro dalam sistem pendidikan, maka media adalah segala sesuatu yang dapat
merangsang terjadinya proses belajar pada diri peserta didik.
F. MANFAAT DARI MEDIA PEMBELAJARAN
Media
pembelajaran sebagai alat bantu dalam proses belajar dan pembelajaran adalah
suatu kenyataan yang tidak bisa kita pungkiri keberadaannya. Karena memang
gurulah yang menghendaki untuk memudahkan tugasnya dalam menyampaikan
pesan–pesan atau materi pembelajaran kepada siswanya. Guru sadar bahwa tanpa
bantuan media, maka materi pembelajaran sukar untuk dicerna dan dipahami oleh
siswa, terutama materi pembelajaran yang rumit dan komplek.
Secara
umum manfaat media pembelajaran menurut Harjanto (1997 : 245) adalah:
a.
Memperjelas penyajian pesan agar
tidak terlalu verbalistis (tahu kata–katanya, tetapi tidak tahu maksudnya).
b.
Mengatasi keterbatasan ruang,
waktu dan daya indera.
c.
Dengan menggunakan media
pembelajaran yang tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif siswa.
d.
Dapat menimbulkan persepsi yang
sama terhadap suatu masalah.
Selanjutnya menurut Purnamawati dan Eldarni (2001 :
4) yaitu :
a.
Membuat konkrit konsep yang
abstrak, misalnya untuk menjelaskan peredaran darah.
b.
Membawa obyek yang berbahaya atau
sukar didapat di dalam lingkungan belajar.
c.
Manampilkan obyek yang terlalu
besar, misalnya pasar, candi.
d.
Menampilkan obyek yang tidak dapat
diamati dengan mata telanjang.
e.
Memperlihatkan gerakan yang
terlalu cepat.
f.
Memungkinkan siswa dapat
berinteraksi langsung dengan lingkungannya.
g.
Membangkitkan motivasi belajar.
h.
Memberi kesan perhatian individu
untuk seluruh anggota kelompok belajar.
i.
Menyajikan informasi belajar
secara konsisten dan dapat diulang maupun disimpan menurut kebutuhan.
j.
Menyajikan informasi belajar
secara serempak (mengatasi waktu dan ruang).
k.
Mengontrol arah maupun kecepatan
belajar siswa.
G. MEDIA SEBAGAI ALAT BANTU PEMBELAJARAN PENJAS DI SEKOLAH
Dengan
menggunakan media atau alat bantu dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani di SLTP
diyakini akan membantu proses pembelajaran yang lebih efektif dan efisien.
Mengapa? Karena dengan pemikiran secara logika untuk mengajari jumlah siswa
kurang lebih 30 orang tanpa menggunakan media atau alat bantu, sangat kecil
kemungkinannya semua siswanya dapat menangkap apa yang diajarkan guru. Dari
kenyataan yang diamati Penulis terhadap pembelajaran Pendidikan Jasmani tanpa
menggunakan media, kebanyakan siswanya komplain dan sebagai dampaknya adalah
siswa lebing senang bermain–main dan bahkan sama sekali tidak ikut dalam proses
pembelajaran.
Dr.
Soepartono dalam bukunya “Media Pembelajaran” (2000: 14) menyatakan bahwa
penggunaan media atau alat bantu dalam proses pembelajaran sangat bermanfaat
bukan hanya untuk siswa saja melainkan bermanfaat juga bagi guru.
Kemp dan Dayton
(1985) dalam buku karangan Dr. Soepartono “Media Pembelajaran (2000: 15)
juga mengatakan bahwa media itu sangat bermanfaat dalam proses pembelajaran,
yaitu sebagai berikut:
1.
Penyampaian materi dapat
diseragamkan.
2.
Proses instruksional menjadi
lebih menarik.
3.
Proses belajar siswa menjadi
lebih interaktif.
4.
Jumlah waktu belajar mengajar
dapat dikurangi.
5.
Kualitas belajar siswa dapat
ditingkatkan.
6.
Proses belajar dapat terjadi
dimana saja dan kapan saja.
7.
Sikap positif siswa terhadap
meteri belajar maupun tehadap proses belajar itu sendiri dapat ditingkatkan.
8.
Peran guru dapat berubah ke arah
yang lebih positif dan produktif.
H. MEMODIFIKASI MEDIA PEMBELAJARAN PENJAS
Dalam
pengadaan media atau alat bantu pembelajaran Pendidikan Jasmani dapat dibuat
dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas masyarakat. contohnya pengadaan media
atau alat bantu pembelajaran tolak puluru dan renang.
1.
Pengadaan
peluru
Peluru dapat dibuat dengan bahan–bahan sebagai berikut: bola pelastik,
pasir, semen, air, timbangan. Proses pembuatannya adalah semen, pasir, dan air
dicampur dan diaduk dengan merata sesuai dengan porsinya. Setelah agak kering
dan merata, dimasukkan ke dalam bola plastik berukuran sedang kira – kira
berdiametr 10 cm yang sudah dibuat lobang kecil dan diisi penuh kemudian
dikeringkan. Setelah kering, bola yang berisi campuran itu ditimbang dan
diujicobakan.
2.
Pengadaan
pelampung
Pelampung adalah salah satu media atau alat bantu yang dapat digunakan
dalam pembelajaran teknik dasar renang. Dalam hal ini pelampung dapat dibuat
dengan menggunakan botol akua berukuran sedang, benang pancing (nilon), lem
setan, tali pelastik, yang dirancang dan didesain sedemikian rupa.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Media merupakan alat bantu yang menunjang
proses belajar mengajar. Guru, buku
teks, ataupun lingkungan sekolah juga merupakan media.
Penggolongan media
pembelajaran menurut Gerlach dan Ely yang dikutip oleh Rohani
(1997 : 16) yaitu :
a. Media
Visual
b. Media Audial
c. Projected still
media
d. Projected motion
media
e. Benda –benda hidup,
simulasi maupun model.
Dengan menggunakan media atau
alat bantu dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani diyakini akan membantu proses
pembelajaran yang lebih efektif dan efisien.
B. SARAN
Dalam penyususnan makalah ini, penulis menyadari bahwa
banyaknya kekurangan, maka dari itu penulis menerima kritik dn saran yang
membangun dari pembaca dalam penyempurnaan makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA
Danim, S. 2010. Media Komunikasi Pendidikan. Jakarta: Bumi
Aksara.
Ihsan, A. & Hasmiyati. 2011. Manajemen Pendidikan Jasmani
Olahraga dan Kesehatan. Makassar: Badan Penerbit Universitas Negeri
Makassar.
Salim, M. Agus. 2014. Kumpulan Makalah
dan Pengetahuan Dunia Bisnis Online. http://hobi-online.blogspot.com/2014/09/makalah-media-pengajaran-dan-pendidikan.html. Di akses pada: 7 Maret 2015.
Ensiklo Penjas. 2012. Media Pembelajaran Penjas. http://pendidikanjasmani13.blogspot.com/2012/12/media-pembelajaran-penjas.html. Di akses pada: 7 Maret 2015

Posting Komentar untuk "Media Pengajaran Pendidikan Jasmani"