Kebutuhan Air dan Elektrolit pada Olahraga
|
|
|
|
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas izin dan
kehendak– Nya makalah sederhana ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
Pembuatan
makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah “Pendidikan Kesehatan
dan gizi Olahraga”.Adapun yang kami bahas dalam makalah sederhana ini mengenai “Kebutuhan
Air dan Elektrolit pada Olahraga”.
Kami
menyadari makalah ini belum sempurna, tetapi dalam makalah ini kami sudah
berusaha. Oleh karena itu,kami mengharapkan saran dan juga kritik yang bersifat
membangun agar lebih baik dalam pengerjaan akan datang. kami juga berharap agar
makalah ini dapat berguna bagi orang lain yang membacanya.
DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang 1
B. Rumusan Masalah 3
C. Tujuan Penulisan 3
D. Manfaat Penulisan 3
BAB II PEMBAHASAN
1.
Kebutuhan Air pada Olahraga 5
2. Kebutuhan Elektrolit pada Olahraga 7
3. Cairan dan
Elektrolit pada Olahraga Endurance 8
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan 10
B. Saran 10
DAFTAR PUSTAKA 11
B. Saran 10
DAFTAR PUSTAKA 11
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Olahraga memang menyehatkan tubuh.Namun, ada beberapa hal
yang perlu diperhatikan saat olahraga agar tak berdampak buruk bagi
kesehatan.Salah satunya adalah menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh agar
terhindar dari dehidrasi.
Dokter Spesialis Gizi Klinik Leane Suniar mengatakan,
saat olahraga paling penting adalah jangan lupa minum.Minuman yang dikosumsi
pun sebaiknya jangan hanya air putih, tetapi juga yang mengandung
elektrolit."Kurang dari 60 menit olahraga, minum air putih saja enggak
masalah.Kalau sudah di atas 60 menit, minun minuman mengandung
elektrolit," terang Leane dalam acara Running Clinic di Jakarta, Sabtu
(1/8/2015).
Leane menjelaskan, cairan dalam tubuh akan banyak
berkurang melalui keringat saat olahraga. Jika olahraga yang cukup menguras
tenaga, cairan pastinya akan berkurang lebih banyak. Apalagi, saat cuaca terik
seperti yang terjadi belakangan ini. Saat olahraga, elektrolit pun akan keluar
bersamaan dengan keringat.
Keseimbangan elektrolit dapat mencegah kelelahan otot
hingga mendukung sistem kekebalan tubuh.Kurang elektrolit dan cairan dalam
tubuh bisa menyebabkan dehidrasi, juga kram saat berolahraga.Selain pada
minuman olahraga, elektrolit alami terkandung dalam air kelapa. Leane pun
menyarankan untuk tidak minum air yang terlalu manis di pertengahan waktu
melakukan olahraga. Setelah olahraga, boleh saja minum manis hanya untuk
mengembalikan energi tubuh.
Hampir semua reaksi biokimia yang terjadi di dalam tubuh
tergantung dari keseimbangan air dan elektrolit.Konsentrasi cairan di dalam sel
(cairan intra sel) dan di luar sel (cairtan ekstra sel) harus dipertahankan
tetap seimbang. Keseimbangan cairan intra sel dan cairan ekstra sel
tujuannya untuk transmisi impuls saraf dan kontraksi otot yang penting saat
melakukan olahraga.
Hal lain yang sangat penting selama melakukan olahraga
adalah mempertahankan atau memelihara suhu tubuh. Oleh karena, kontraksi otot
menghasilkan energi.Energi yang terbentuk dari kontraksi otot sebagian besar
berupa energi panas yaitu sebanyak 75% dan sisanya 25% berupa energi gerak.Kontraksi
otot selama berolahraga menghasilkan peningkatan produksi energi panas.Panas
yang terbentuk dialirkan secara cepat dari otot melalui darah ke permukaan
tubuh.Panas tubuh kemudian dibebaskan ke atmosfer lewat keringat yang keluar
dari tubuh.
Panas tubuh yang terjadi pada saat berolahraga akan
sangat berbahaya apabila tidak ada upaya proses pendinginan tubuh. Banyak usaha
tubuh untuk melakukan proses pendinginan tubuh, salah satunya adalah
berkeringat.
Sebagian besar keringat
terdiri dari air, tentu saja, tapi bukan hanya air. Keringat juga mengandung
beragam larutan kimia-terutama sodium klorida dan potassium dan hanya minum air
saja tidak akan menggantikannya. Jadi, meskipun air cukup baik untuk
menghilangkan dahaga setelah berolahraga, minuman yang mengandung garam dan
potassium (dan mungkin pemanis) adalah lebih baik.
Tidak banyak situasi
hidup-mati akibat nutrisi di dalam cabang olahraga atletik.Tidak ada orang yang
kelaparan selama lomba.Akan tetapi, banyak yang mati karena dehidrasi.Pemuda
Nelson Hedley adalah salah satu korbannya.Secra tragis, kondisi seperti itu cukup
lazim terjadi.Seorang atlet dengankondisi yang buruk memaksakan
kemampuannya.Hari yang panas dan lembab. Kurang minum (dalam kasus Hedley, sama
sekali tidak minum). Ketika Hedley terserang dehidrasi, temperature tubuhnya
meroket. Mungkin naik sampai 40,56-43,33 derajat celcius saat dia terkena
sengatan hawa panas.
B.
Rumusan
Masalah
1. Bagaimanakah
kebutuhan air pada olahraga?
2. Bagaimanakah
kebutuhan elektrolit pada olahraga?
3. Bagaimanakah
penggunaan cairan air dan elektrolit pada olahraga endurance?
C.
Tujuan
Masalah
1. Mengetahui
kebutuhan air pada olahraga.
2. Mengetahui
kebutuhan elektrolit pada olahraga.
3. Mengetahui
penggunaan cairan air dan elektrolit pada olahraga endurance.
D.
Manfaat
Penulis
1. Manfaat Teoritis
a. Memberikan informasi mengenai
kebutuhan air dan elektrolit pada olahraga
b. Menambah pengetahuan dan memberi
kemudahan dalam mempelajari kebutuhan air dan elektrolit pada olahraga
2. Manfaat Praktis
a. Bertambahnya wawasan mahasiswa
terhadap pendidikan kesehatan dan gizi olahraga dengan kebutuhan air dan
elektrolit pada olahraga
b. Dapat mengikuti perkembangan
pendidikan kesehatan dan gizi olahraga
c. Dapat memahami
makna pendidikan kesehatan dan gizi olahraga dengan kajian kebutuhan air dan
elektrolit pada olahraga.
BAB
II
PEMBAHASAN
1. Kebutuhan Air pada Olahraga
Air merupakan bagian penting dalam tubuh
manusia. Dalam tubuh, air berfungsi sebagai pengatur suhu tubuh, pelarut,
bantalan sendi, dan membawa zat penting ke seluruh tubuh Air tidak mengandung energi, tetapi sangat
penting dalam kehidupan sehari-hari. Kebutuhan tubuh manusia akan air dalam
sehari sesuai dengan banyaknya air yang keluar atau yang hilang dari tubuh. Pada
keadaan normal dan ideal yaitu diet rendah cairan, aktifitas fisik minimal
serta tidak ada keringat yang keluar, orang dewasa membutuhkan air sebanyak
1500 –2000 ml sehari.Sumber air untuk kebutuhan tubuh biasanya didapat dari
hasil oksidasi zat gizi, makanan, minuman dan baverage.
Saat berolahraga kebutuhan air tentu akan lebih banyak
dibanding dalam keadaan istirahat. Oleh karena saat berolahraga suhu tubuh
meningkat dan tubuh menjadi panas. Tubuh yang panas berusaha untuk menjadi dingin
dengan cara berkeringat.
Banyaknya keringat yang keluar tergantung dari ukuran
tubuh, jenis olahraga, intensitas olahraga, lamanya olahraga, cuaca dan kelembaban
lingkungan, serta jenis pakaian atlet. Keringat yang keluar saat olahraga
sebagian besar terdiri atas air, namun keringat juga mengandung elektrolit.
Perubahan status cairan tubuh saat berolahraga disebabkan oleh peningkatan
produksi keringat dan asupan cairan ke dalam tubuh yang sedikit.Defisit air
sebanyak 1% dari berat badan yang keluar dalam bentuk keringat saat berolahraga
terbukti mengurangi toleransi tubuh terhadap olahraga.Sedangkan, defisit air 3%
sampai dengan 10% dari berat badan selama mengikuti olahraga menyebabkan
penurunan prestasi olahraga, meningkatkan risiko cedera, serta berbahaya untuk
atlet.
Pemberian cairan pada atlet bertujuan untuk mencegah
dehidrasi dan untuk mempertahankan keseimbangan cairan tubuh.Selain itu,
pemberian cairan yang adekwat ditujukan untuk mencegah cedera akibat panas
tubuh yang berlebihan, misalnya heat exhaustion, heat stroke.Nasihat yang
paling baik saat berolahraga untuk mencegah kekurangan cairan adalah minum air
sebelum, selama dan setelah berolahraga.Minum air jangan menunggu sampai rasa
haus timbul. Oleh karena, rasa haus tidak cukup baik sebagai indikator
keinginan untuk minum. Keinginan minum air lebih banyak dan lebih sering
karena kebiasaan, bukan karena adaptasi fisiologis. Rasa haus baru timbul
apabila tubuh telah mengalami kekurangan air (dehidrasi).
Penggantian air yang adekwat selama berolahraga sangat
penting untuk memelihara penampilan yang optimal dan memelihara
kesehatan.Minumlah air 30 – 60 menit sebelum bertanding sebanyak 150 –250 ml.
Air dingin kira-kira 10 o C lebih baik dari pada air hangat.Oleh karena air
dingin lebih cepat diserap oleh usus, sehingga waktu pengosongan lambung lebih
cepat. Pemberian air dalam jumlah yang sama dianjurkan pada atlet saat
beristirahat diantara pertandingan. Selama bertanding, atlet dianjurkan minum
secara teratur setiap 10 – 15 menit sebanyak 150 – 250 ml air dingin.
Segera setelah bertanding, pemberian minuman ditujukan
untuk mengganti cairan yang hilang dan mendinginkan tubuh.Atlet setelah
pertandingan harus segera minum air dingin sebanyak 150 – 250 ml. Selanjutnya
atlet dapat minum air yang mengandung karbohidrat, elektrolit dan mineral serta
vitamin.
Penelitian menunjukkan bahwa penggantian air
akibat keringat yang keluar lebih penting daripada penggantian elektrolit.Kasus
kehilangan elektrolit yang serius atau ketidak seimbangan elektrolit pada atlet
jarang terjadi dibanding dehidrasi akibat defisit air.Kekecualian misalnya
terjadi pada atlet yang melakukan olahraga sangat berat di bawah cuaca panas
dan kelembaban tinggi.Keringat yang keluar jumlahnya sangat banyak, selain air
juga mengandung elektrolit.
2.
Kebutuhan Elektrolit pada Olahraga
Cairan tubuh selain mengandung aiar juga mengandung bahan
lain yang diperlukan oleh tubuh seperti elektrolit. Elektrolit dalam cairan
tubuh terdiri dari kation dan anion.Katiaon utama dalam cairan tubuh adalah
sodium (Na+) dan potasium (K+), sedangkan anion utama adalah klorida (Cl-).
Sodium merupakan kation yang terbanyak di dalam cairan
ekstra sel dan bertanggung jawab untuk mempertahankan osmolalitas cairan ekstra
sel. Asupan sodium berkisar antara 3 – 8 gram (130-250 meq) per hari.Makanan
sumber utama sodium adalah garam dapur.Selain itu sodium banyak didapat pada keju
dan makanan olahan lainnya.
Potasium merupakan kation terpenting di dalam cairan
intra sel. Asupan potasium berkisar antara 2 – 6 gram (50-150 meq) per
hari.Makanan sumber utama potasium adalah daging, buah-buahan.Secara umum
potasium banyak terdapat pada pisang, orange juice.Keringat merupakan cairan
hipotonik dibanding dengan plasma.Konsentrasi elektrolit dalam keringat juga
lebih rendah dibandiong dengan cairan tubuh lainnya.Sodium dan klorida
merupakan elektrolit yang paling banyak ditemukan dalam keringat, namun
jumlahnya hanya sepertiga dari yang ditemukan di plasma.Sedangkan potasium dan
magnesium dalam keringat jumlahnya sangat kecil.
Sodium hilang terutama melalui keringat yang
berlebihan.Oleh karena itu atlet yang mengalami pengeluaran keringat yang
sangat banyak harus diperhatikan penggantian sodium.Hiponatremi yang terjadi
pada atlet dapat mengakibatkan penurunan efisiensi kerja otot sehingga
berpengaruh terhadap prestasi olahraga.Potasium yang hilang melalui keringat
jumlahnya sangat sedikit.Potasium yang disimpan di dalam sel tubuh jumlahnya
sangat banyak dan tidak terpangaruh oleh hilangnya potasium melalui keringat.
Beberapa ahli percaya bahwa kehilangan potasium dalam keringat akanmempengaruhi
prestasi olahraga.
Konsentrasi sodium dan potasium pada keringat dipengaruhi
oleh jumlah keringat yang keluar. Berdasarkan hasil penelitian para ahli,
jumlah keringat sebanyak 200 ml per jam menyebabkan kehilangan cairan yang
mengandung 12 mmol sodium dan 4 sampai dengan 5 mmol potasium. Sedangkan
keringat sebanyak 1000 ml per jam mengakibatkan kehilangan cairan yang
mengandung 40 mmol sodium dan 4 sampai dengan 5 mmol potasium.
Penelitian menunjukkan bahwa suplemen sodium
dan potasium tidak diperlukan selama olahraga yang berlangsung simgkat (1 jam
atau kurang).Garam yang tersedia pada makanan sehari-hari sudah cukup
mempertahankan keseim-bangan sodium dan potasium selama bertanding pada
olahraga tingkat sedang.
3.
Cairan dan Elektrolit pada Olahraga Endurance
Olahraga endurance yang berlangsung lama di tempat yang
panas dapat menyebabkan gangguan keseimbangan air dan elektrolit.Keseimbangan
air dan elektrolit sangat penting pada atlet cabang olahraga endurance. Oleh
karena akan mengganggu produksi energi dan pengaturan suhu tubuh. Cairan sangat
penting untuk mengalirkan zat gizi dan oksigen ke dalam otot skelet untuk
tujuan berkontraksi.
Hasil penelitian menunjukkan, lari marathon mengeluarkan
keringat sebanyak 1 liter per jam. Sedangkan lari marathon dalam cuaca panas
dan kelembaban tinggi dapat kehilangan keringat sebanyak 2,8 liter per jam. Pelari
ultramaraton sejauh 50 mil yang ditempuh selama lebih dari 8 jam, selain
kehilangan air yang banyak juga kehilangan elektrolit.
Penggantian cairan pada atlet endurance apabila hanya
minum air tawar dapat menyebabkan hiponatremi.Oleh karena dalam tubuh jumlah
air dan sodium tidak seimbang.Untuk itu, pemberian cairan harus mengandung
karbohidrat dan elektrolit.Hal ini dimaksudkan selain untuk mencegah terjadinya
hiponatremi, juga untuk mencegah hipoglikemik.Beberapa penelitian melaporkan
bahwa cairan yang mengandung karbohidrat 5-10% tidak mengganggu atlet.
Sedangkan pemberian karbohidrat melebihi 10 % dapat menimbulkan peningkatan
gula darah yang akan merangsang produksi hormon insulin. Peningkatan hormon
insulin dapat menyebabkan terjadinya hipoglikemia.
Sedangkan minuman atlet (sports drinks) yang mengandung
suplemen sodium dan potasium yang berlebihan akan mengganggu kontraksi otot
yaitu akan terjadi “cramp” otot. Selain itu intake sodium yang berlebihan
mempunyai risiko tinggi terjadinya hipertensi pada atlet. Spors drinks
umumnya mengandung karbohidrat 5-7%. Konsentrasi karbohidrat dalam cairan ini
secara ilmiah tidak mengganggu proses pengosongan lambung. Sedangkan, sodium
biasanya 10-20 mmol/L dan dapat membantu keseimbangan elektrolit dalam
tubuh.
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Saat berolahraga suhu tubuh meningkat. Keringat yang
keluar saat berolahraga mempunyai tujuan untuk proses pendinginan tubuh.
Keringat yang keluar sangat banyak pada olahraga endurance selain mengandung
air juga mengandung elektrolit.Pemberian cairan harus dilakukan secara
terencana dan terprogram.Cairan yang diberikan juga harus mengandung elektrolit
juga mengandung karbohidrat dengan konsentrasi tertentu.
B.
Saran
Kami
mengakui makalah ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu kami
mengharapkan kritik, masukan dan saran yang dapat membangun, dari dosen
pengajar dan rekan-rekan sekalian supaya kami bisa lebih baik lagi dan
terlebih untuk menambah pengetahuan kami tentunya.
Daftar
Pustaka
Hoyt, Crew. 2011. Makanan Sehat Untuk Atlet. Bandung. Penerbit Nuansa
Rahmawati, Maya. 2015. Menu Tepat Makanan Atlet 11 Olahraga
Terpopuler. Yogyakarta. Pustaka Baru Press
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Pendidikan
formal yang ditempuh oleh penyusun adalah: SDI Bonto-bontoa Kecamatan Somba
Opu, Kabupaten Gowa (2006), MTs As’adiyah Putra I Pusat Sengkang, Kecamatan
Tempe, Kabupaten Wajo (2009), SMAN 10
Makassar, Kecamatan Manggala, Kota Makassar (2012), S1 Penjaskesrek Universitas
Negeri Makassar (2016). Dan sekarang dalam proses Program Pasca Sarjana, Prodi
Pendidikan Jasmanidan Olahraga,
Pengalaman yang
dimiliki oleh penyusun yakni:
·
Mengajar di SD Inpres Bonto-Bontoa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa
sejak tahun 2015 sampai sekarang (2018).
·
Mengajar di SD Inpres Perumnas Antang I/1, Kecamatan Manggala, Kota
Makassar sejak 2017 sampai sekarang (2018).
·
Sekertaris di Yayasan Jasa Sarana Pendidikan Kota Makassar sejak 2017
sampai sekarang.
Pengalaman
Organisasi:
·
Oficial Kontingen Provinsi Sulawesi
Barat pada Pekan Paralympic Nasional (PEPARNAS) di Pekanbaru Riau Tahun 2012.
·
Wasit Yuri pada Pekan Paralympic
Provinsi (PEPARPROV) III di Kabupaten Banteng tahun 2013
·
Tim Klasifikasi Atlit Peparprov dan
Kejurprov NPC Provinsi Sulawesi Selatan.
Wakil
Ketua Karang Taruna Kelurahan Sinrijala Periode 2016-2019.

Posting Komentar untuk "Kebutuhan Air dan Elektrolit pada Olahraga"